Pernikahan kami adalah wujud kemenangan cinta, kira-kira begitulah pendapat para pelaku pernikahan sesama jenis yang pada 26 Juni kemarin dilegalkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Jika sebuah pernikahan hanya dimaknai sebatas penyatuan cinta dari dua individu, alangkah rendahnya hakikat sebuah pernikahan itu. Karena tak semua cinta itu mengandung pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan. Bahkan sebuah cinta bisa menjadi sebuah kecenderungan orientasi individu kepada oranglain. Sedangkan menurut Frued, cinta adalah manifestasi nafsu seksual yang diarahkan kepada oranglain atau pada dirinya sendiri. Kecintaan juga dipandang oleh para spiritualis sebagai sebuah dinding penghalang pandangan terhadap sesuatu yang sejati.
Dari zaman primitif, dari anjing sampai kuda nil, yang namanya pernikahan itu tak sekedar hanya mengejar cinta-kepuasan perasaan, biologis pribadi semata- karena tujuan utama dari pernikahan adalah meneruskan keturunan.
Apa yang aku lihat, yang aku dengar, yang aku baca dan yang aku pelajari. Inilah catatanku.
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Juli 2015
Senin, 01 Desember 2014
Toko, Buku, Penjual, Pembeli,, Sastra, dan "Asu"*
--diambil dari sudut pandang pembaca individual
Agaknya bangsa ini terlalu malu untuk menyebut dirinya sendiri sebagai manusia yang baru tersadar dari penjajahan, terlebih bagi peminat buku yang jumlahnya bisa kita hitung dengan jari, itupun belum lagi jika kita pisahkan mana pembaca udik, pembaca asu, dan pembaca "Asu", jumlah yang bisa kita hitung dalam beberapa detik saja. Yang mana baru terbebas penjajahan sensor sastra.
Ketika ekonimi pasar berkuasa, kapitalisme mengeser segala bentuk sosialisme dan sejenisnya. Para penjual asu akan lebih mementingkan keuntungan yang diberikan oleh mayoritas pembeli, dengan kata lain pembeli yang memiliki massa terbanyak akan mendapatkan kemudahan fasilitas sehingga tanpa mereka sadari, mereka membuat sekat mistis dengan pembeli minoritas. Terlebih budaya hedonisme memang telah menyergap manusia dari segi manapun, baik disadari maupun tidak. Bahkan tak terkecuali di toko buku, di toko buku asu, mereka mencoba menampilkan sebuah ruang rekreasi penikmat bacaan yang memanjakan, rak-rak di penuhi warna-warna berbagai sampul menarik yang didesain penerbit, seolah merayu pembaca untuk mengumulinya-layaknya seorang pelacur yang menjajakan dirinya di pinggir trotoar, tak lupa juga gambar-gambar menawan ditampilkan, yang jelas ingin menyamarkan dan memoles kekurangan isi di dalamnya.
Sastra memang telah menjadi sebuah komoditi yang tak terhindarkan lagi pada masa ini. Ia menawarkan sesuatu sesuai keinginan pembacanya— momen yang menyebabkan dirinya bukan lagi sesuatu yang khas dan tertentu. Sastra asu-pun menjelma menjadi semacam lolipop manis yang mengikis lapisan gigi anak-anak. Sedangkan Sastra "Asu" semakin
Selasa, 11 November 2014
Pahlawan Itu...
Pahlawan itu bekerja atas nama kemanusiaan secara universal. Ia mampu memberi inspirasi, pengetahuan bagi semua orang. Ia memiliki cita-cita membawa manusia kekehidupan yang lebih baik.

Keterangan Gambar : Munir Said Thalib, Tan Malaka, Ade Rostina, Asmara Nababan, Buya Hamka, Aleta Baun, Kartini, Moh. Hatta, Goenawan Mohamad, Gus Dur, Ki Hajar Dewantara, Marsinah, KH. Ahmad Dahlan, Pramoedya Ananta Toer, Soegija, Soe Hok-Gie, Jaya Baya, Bing Tomo, Rasuna Said, Adriana Van Den Bosch, Kuntowijaya, Sujiwo Tejo, Dewi Sartika, Hamungku Buwono X, Anonymous.
"Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda."
"Barang siapa mengaku, bahwa ada batas pengetahuan
Pengalaman Pelecehan Seksual Anak-anak Di Masa Kecilku (1999-2005)
Dulu sewaktu aku masih dibangku sekolah dasar, saat televisi didominasi serial tv Wiro Sableng, Tersanjung, Amigos, dan Mak Lampir. Saat itu orangtua mulai mengemari sinetron cinta, konflik rumah tangga, dan mulai membiar anak-anak ikut serta menonton. Anak-anak lulusan tk mulai mengenal kata cinta dan pacaran serta mulai memperhatikan keberadaan lawan jenisnya.
Meskipun begitu, di masa itu sinetron tidak berkembang sederas ini, jangankan facebook, internet bahkan handphone saja jarang yang memiliki. Tapi di masa itu anak-anak seusiaku sudah tahu ciuman bahkan anak laki-laki sudah mulai merayu dan mendekati anak perempuan yang dia sukai. Awalnya memang hanya sebatas saling tunjuk si A pasanganya si B namun lama kelamaan anak laki-laki mulai berfikir cabul dengan rasa penasaran ‘ada apa di balik rok anak perempuan?’. Dan secara bergantian mereka mengintip dari kolong meja bahkan menyingkap rok anak perempuan.
Lalu kakak-kakak kelas mulai meraba pangkal paha dan dada teman-teman perempuannya, seolah mereka ingin membuktikan bentuk rupanya setelah melihat saudara, ibu, tentangga-tetangganya bertelanjang dada ketika menyusui anaknya.
Guru pun mulai berbicara kemesumannya di depan kelas, disela-sela pelajaran yang ia berikan, tentang ukuran dada si anak kelas lima dasar, atau dada dan pantat anak kelas enam. Otomatis anak laki-laki pun semakin berani bertingkah selayaknya Paparazi, mereka mulai menyebar berita bohong dan mengucapkan kata-kata cabul kepada teman sekelasnya. Seorang anak yang berusia 10 tahun dan mirip Giant di serial Doraemon dengan beraninya bercerita lantang tentang si N (10 tahun) yang
Rabu, 08 Oktober 2014
Menghargai Leluhur Dan Instropeksi diri; Perpaduan Budaya Masa Lalu Dalam Sebuah Keluarga Akan Mempengaruhi Perkembangan Pola Pikir Generasi Berikutnya
Menurut kisah lisan di desa nenek moyang dari pihak ibu adalah seorang penyebar agama yang besar di jawa pesisiran, yang memperkenalkan peradaban islam di pesisir utara. Iapun memperkenalkan karawitan, tembang jawa-sufistik (tembang Pangkur) dan kesenian jawa adaptasi yang pada detik ini tidak saya kuasai-malu- kecuali tembang pangkur yang sedikit-sedikit saya bisa kerjakan. Namun dalam sejarahnya juga ada pantangan mengkonsumsi ikan talang yang sampai sekarang tidak bisa kupahami harus bagaimana menyikapinya.
Lalu ayah dari nenek moyang ibu lebih memiliki pengetahuan yang lebih tinggi lagi, pengetahuan yang memberiku motivasi untuk setidaknya belajar. Mengingat hal tersebut ketika aku berada di jalan yang tidak benar aku selalu diingatkan pada keadaan leluhurku yang kemudian membuat diriku ini malu.
Minggu, 31 Agustus 2014
Catatan Kehidupan: Tentang Perjalanan Kesadaran Manusia Menjadi Manusia Sejati
Manusia dan alam adalah dua hal yang saling berkaitan, dan tak terlepaskan satu sama lain. Manusia dan alam menjadi elemen penting dalam terciptanya semesta yang harmoni.
Alam menjadi suatu hal yang paling sering di teliti dan dipelajari oleh para filsuf pada zaman dahulu sebelum munculnya Sokrates, Plato, dan Aristoteles. Lalu setelah kemunculan tokoh-tokoh itu manusia menjadi
Alam menjadi suatu hal yang paling sering di teliti dan dipelajari oleh para filsuf pada zaman dahulu sebelum munculnya Sokrates, Plato, dan Aristoteles. Lalu setelah kemunculan tokoh-tokoh itu manusia menjadi
Minggu, 11 Mei 2014
Pelajaran Hari Ini
1-Fokus menjaga kedamaian hati. Tutup telinga
untuk hal-hal yang sampah dan mengesek prinsipil serta idealisme. Tutup telinga
dari tetangga-tetangga tidak bahagia sehingga sok bahagia dengan
menyebut-nyebutkannya sekujur dirinya.
2-Berhenti membaca status yang alay, mengeluh
dan bersifat pribadi yang memuat ego semata d
Kamis, 17 April 2014
Keterkaitan Kebutuhan Dengan Kepribadian Manusia
Kepribadian adalah keseluruhan cara manusia dalam
bereaksi dan berinteraksi dengan kehidupan, baik orang lain maupun alam.
Berdasarkan psikolog, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu
organisasi (kumpulan berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu
struktur dan sekaligus proses. Dan secara eksplisit Allport menyebutkan bahwa
kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.
Mengenal Kecerdasan Manusia dan Pengembangannya
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang diciptakan
Tuhan dengan akal. Dimana dengan akal (ratio) itu manusia dapat
mempertimbangkan mana yang baik dan buruk, hal itulah yang membedakan manusia dengan hewan. Kalau
ada manusia yang masih tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk, apa
bedanya dia dengan hewan? Sedangkan berfikir adalah kegiatan jiwa atau mental
yang mana terjadinya proses menghubungkan sesuatu dengan pengetahuan-pengetahuan
kita. Berfikir sebenarnya merupakan proses
Selasa, 15 April 2014
Menjinakkan Nafsu Hewan Manusia Dan Jalan Kebahagiaan.
“Pikiran yang terkendali merupakan awal dari kebahagian dan kedamaian jiwa.”
Pikiran adalah akar dari semua pengalaman kita, baik yang menyangkut kita
dan juga orang lain. Jika kita memandang dunia dengan cara yang tidak jernih. Kebingungan
dan penderitaan pastilah akan muncul. Bagaikan seseorang yang pandangan matanya
telah rusak dalam memandang dunia ini dalam kondisi yang terbalik.
Kita mungkin tidak menyadari kebodohan dan pandangan
salah kita, sehingga bisa diibaratkan sebagai hewan liar yang berkeliaran dan
seenaknya. Atas dorongan nafsu keinginan, kebencian, dan kekacauan, pikiran
yang tidak terlatih ini secara membabi buta mengejar apa yang diinginkannya dan
menabrak semua yang berada di jalannya dengan sedikit sekali atau tanpa
pemahaman tentang sifat segala sesuatu.
Langganan:
Postingan (Atom)
