Assalamu'alaikum. Arin H. Widhi
Tampilkan postingan dengan label Tempat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Desember 2014

Yogya; sebuah perjalanan spiritual, budaya, dan relaksasi diri (meditasi)


  
Gunung Kidul dalam sesi istirahat
-sudah lama sebenarnya saya ingin menulis hal ini, namun beberapa kali waktu datang dan menjemput saya, sehingga tak membiarkan saya untuk menyelesaikan postingan ini-oke anggaplah ini sebagai sebuah pembenaran belaka.

Foto 1
Di bulan September kemarin kami-aku, suamiku, temannya, dan juga kekasihnya, bersama-sama mengunjungi saudara jauh kami-tepatnya ayah angkat saya. Kami menginap di rumah beliau, sekalipun hanya tiga hari saja namun hal tersebut sudah membuat kami masing-masing mendapatkan kenangan yang tak terlupakan bersama.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Foto 1 di ambil di sebuah pagi yang asri di rumah Abah Mentari Jiwa. Rumahnya selalu menjadi

Senin, 24 November 2014

Granada



Granada, tierra soñada por mi

Mi cantar, se vuelve gitano cuando es para ti.

Mi cantar, hecho de fantasia.

Mi cantar, flor de melancolia

Que yo te vengo a dar.

Granada, tierra ensangrentada en tarde de toros.

Mujer que conserva el embrujo de los ojos moros.

De sueño rebelde gitana cubierta de flores

Y beso tu boca de grana,

Jugosa manzana que me habla de amores.

Granada, "manola" cantada en coplas preciosas.

No tengo otra cosa que darte que un ramo de rosas.

De rosas de suave fragancia
Que le dieran marco a la Virgen morena.
Granada tu tierra esta llena
De lindas mujeres de sangre y de sol..

De rosas de suave fragancia
Que le dieran marco a la Virgen morena.
Granada tu tierra est llena
De lindas mujeres de sangre y de sol..



Granada

"Granada" adalah sebuah lagu Meksiko yang ditulis pada tahun 1932 oleh Agustín Lara. Lagu ini mengisahkan keindahan kota Granada di

Sabtu, 11 Oktober 2014

Senja Di Ufuk Langit Jakarta

Jakarta tak pernah santai.
Hiruk pikuk seolah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kota ini, seolah tak ada lelahnya bahkan di malam hari sekalipun Jakarta tetap bising dengan suara-suara malam nan mengoda. Apalagi di siang hari, dimana warga kota disibukkan dengan rutinitas mencari sesuap nasi untuk menganjal perut keluarga mereka, hingga mengabaikan panas yang menyengat, bau asap yang menjadi satu komponen dengan udara yang menyelimuti jalanan dan tak lupa manusia di jalan yang gampang terpancing emosinya.
Senja di Jakarta, layaknya seperti udara, di hirup kemudian di hembuskan tannpa menikmati bagaimana udara melunjur dari hidung ke paru-paru. Senja di Jakarta adalah alaram magkalnya penjual kaki lima yang memakan bahu jalan, tak lebih. Warga Jakarta seolah melupakan keindahan senja yang mana di kampung-kampung sangat terisi dengan moment kebersamaan keluarga-mungkin hal ini juga dikarenakan tuntunan memenuhi ekonomi hingga tak ada yang lebih penting dari uang.

Senin, 25 Agustus 2014

Sejarah Perlawanan Rakyat Tapanuli Terhadap Penjajahan Belanda (VOC)


Perang Tapanuli, juga dikenal sebagai Perang Batak (1878-1907), merupakan perang antara Kerajaan Batak melawan Belanda. Perang ini berlangsung selama 29 tahun.

Perlawanan rakyat Batak terhadap Belanda di daerah Tapanuli dipimpin oleh rajanya, Sisingamangaraja XII. Sisingamangaraja XII menjadi raja sejak umur 18 tahun. Waktu kecilnya bernama Patuan Bosar Ompu Pulo Batu. Ia lahir di Bakkara, Tapanuli 1849. Ia gugur tertembak pada

Sejarah Kampung Ambon di Jakarta



Anda tahu kampung Ambon? buat masyarakat Jakarta yang tinggal di sekitar Rawasari,kayu putih, pulo Mas dan rawamangun serta rawa Kerbo, dan sekitarnya nama kampong Ambon tidak asing.

Daerah kampung ambon yang sekarang ini lebih banyak di huni oleh orang sumatera khususnya suku Batak dan dikenal sekarang dengandaerah “Mardongan”, diduga dahulunya (dari beberapa sumber) adalah tempat kuburan tentara Ambon yang pro kompeni. Adapun sumber lain yang mengatakan kata kampuing Ambon atau dulunya disebut “Kumpi Ambon”, adalah tempat atau tinggalnya kuburan y