Assalamu'alaikum. Arin H. Widhi
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2015

Membaca Di Balik Surat Al-Fatihah

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

Bismillāhir rahmānir rahīm

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ
Alhamdu lillāhi rabbil ʿālamīn

ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
Arrahmānir rahīm

ﻣﻠﻚ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ
Māliki yaumiddīn

ﺍﻳﺎﻙ ﻧﻌﺒﺪ ﻭﺍﻳﺎﻙ ﻧﺴﺘﻌﻴﻦ
Iyyāka naʿbudu wa iyyāka nastaʿīn

ﺍﻫﺪﻧﺎ ﺍﻟﺼﺮﻁ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ
Ihdinās ṣirāṭal-mustaqīm

ﺻﺮﺍﻁ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﻧﻌﻤﺖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﻐﻀﻮﺏ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ ﺍﻟﻀﺎﻟﻲ
Ṣirāṭal-ladzīna anʿamta ʿalaihim ġayril maġdūbi ʿalaihim walāḍḍāllīn.
Surah Al-Fatihah (Arab: ﺍﻟﻔﺎﺗﺢ , al-Fātihah , "Pembukaan") merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur'an .
Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Dinamakan Ummul Qur'an ( ﺃﻡّ ﺍﻟﻘﺮﺀﺍﻥ ; induk al-Quran) atau Ummul Kitab (ﺃﻡّ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ; induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab'ul matsaany ( ﺍﻟﺴﺒﻊ ﺍﻟﻤﺜﺎﻧﻲ ; tujuh yang berulang-ulang) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam salat. Dalam Al-Ummudzaj Al-Farid memuat isyarat tentang realisasi yang menerangkan tentang rahasia perlambang huruf:
"Semua yang tercantum dalam kitab-kitab yang diwahyukan tertera dalam Al-Qur'an, dan semua yang tertera di dalam Al-Qur'an ada di dalam Al-Fatihah, dan semua yang tertera di dalam Al-Fatihah terdapat di dalam Bismillahir Rahmanir Rahim..."
1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,
3. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
4. Yang menguasai hari pembalasan
5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan;
6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan mereka yang sesat.
Dalam Al-Fatihah terkandung do'a seorang hamba kepada Rabbnya, yang mana do'a tersebut mengisyaratkan hasrat hati seorang hamba untuk dapat mendekat hingga sampai pada kehadiratNya.

Minggu, 08 Maret 2015

Pandangan Hamka Mengenai Akal Budi Dan Perkembangan Kaum Muslimin


 Innama bu’ist-tu li utammima makarimal akhlaq!

“Aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti mulia.”

Demikianlah sabda nabi Muhammad s.a.w, menyatakan maksud kedatangannya kea lama dunia ini. Orang yang memahami bahasa Arab dapatlah mengerti maksud dari kalimat ‘Innama’ diawal sabda beliau. Yang juga disebut dengan kalimat ‘Adatu hashr’ yaitu kata-kata menonjolkan satu maksud dan meniadakan yang lain. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai ‘tidak lain kedatanganku ini hanya semata-mata untuk menyempurnakan budi-pekerti (akhlaq) yang mulai.” Jelas junjungan kita dalam menghargai usaha kemanusiaan sejak beribu tahun yang lalu.
Ingatlah bagaimana perjalanan beliau sejak muda hingga usia 40 tahun dalam menghadapi masalah kemanusiaan yang rumit tersebut. Dimulai dari usia beliau yang sangat belia dalam memperjuangkan dan memperteguh diri, hingga beliau pun mendapat gelar dari masyarakat pada saat itu dengan sebutan ‘Al-Amin’ yang berarti orang yang sangat dipercayai. Dan ketika genap usia 40 tahun, diterimalah perintah suci dari Allah YME untuk melanjutkan dan menyempurakan kegiatan sebagai utusan Tuhan yang telah diserukan kepadanya.
Kerusakan dan kekacauan jiwa menyebabkan manusia tidak memiliki tujuan hidup. Tiga belas tahun lamanya nabi Muhammad berada di Mekkah untuk menjelaskan tujuan hidup dan menegakkan sesuatu yang dapat membentuk budi, yaitu tujuan keesaan kepada dzat yang meliputi dan menguasai seluruh alam-benda, yang maudjud ini. Itulah yang terkenal dengan kalimat pokok ajaran, yaitu Tauhid.
Belum ada perintah yang mengenai hukum-hukum syariat diturunkan di