Assalamu'alaikum. Arin H. Widhi
Tampilkan postingan dengan label Karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Mei 2014

Saudara Jauh


Cerpen Orhan Pamuk (Suara Merdeka, 21 Maret 2010)
 

KAMI berjalan di sepanjang Jalan Valikonagi, menikmati malam musim semi yang sejuk. Pertunangan kami baru saja diresmikan; kami sedang mabuk dan dalam semangat yang tinggi. Kami baru saja ke Fuaye, restoran mewah baru di Nisantasi; saat makan malam bersama orangtuaku, kami membicarakan panjang lebar segala persiapan pesta pertunangan yang dijadwalkan pertengahan Juni.

Dalam perjalanan pulang ke rumah Sibel sore itu, saat lenganku merangkul dengan penuh kasih bahunya yang kokoh, ia tiba-tiba berujar, “Oh, tas yang indah!” Walaupun pikiranku dikaburkan oleh anggur yang memabukkan, aku berusaha mengingat tas tangan dan nama butiknya, dan

Rabu, 14 Mei 2014

Free Radicals


Oleh Alice Munro
Cerpen ini diterjemahkan oleh Rio Johan http://www.kemudian.com/node/275023
MULANYA, orang terus-terusan menelepon, cuma untuk memastikan Nita tidak terlalu murung, tidak terlalu kesepian, tidak makan terlalu sedikit atau minum terlalu banyak. (Dia sudah jadi peminum anggur yang rajin sampai-sampai banyak yang lupa kalau dia sebetulnya dilarang minum sama sekali.) Dia menahan mereka, tanpa terdengar berduka seagung-agungnya atau ceria yang tak wajar atau kosong pikiran atau kebingungan. Dia bilang dia tidak butuh sembako; dia mampu bertahan dengan tangannya sendiri. Dia sudah cukup jenuh dengan pil-pil resep dokter dan perangko-perangko untuk

Selasa, 15 April 2014

Puisi Karya Sutardji Calzoum Bachri

Aku Datang Padamu"

Aku datang padamu
Bagai beringin rebah
Aku datang padamu
Bagai angin resah
Aku datang padamu
Bagai batu pecah
Aku senyum padamu
Tapi kau diam
Aku mainkan jemariku
Kau pun diam
Aku pun gusar
Kau pun diam
Aku menjerit
Kau pun diam
Aku meraung
Kau pun diam
Aku tertawa
Kau pun diam
Aku sendiri
Karena kau diam
Aku sendiri
Karena kau diam
Akulah sepi
Kaulah diam

: